Freeport Tambah Investasi. Kesepakatan yang ditandatangani di Washington DC pada 18 Februari 2026 ini mencakup tambahan investasi jumbo senilai 20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 337,5 triliun untuk periode 20 tahun ke depan . Pengumuman bersejarah ini disampaikan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 20 Februari 2026 . Angka investasi yang sangat besar ini tidak hanya menegaskan kepercayaan korporasi global terhadap perekonomian Indonesia, tetapi juga membawa serangkaian dampak strategis yang akan dirasakan hingga enam dekade mendatang.
Komitmen investasi tambahan sebesar Rp 337,5 triliun ini merupakan inti dari kesepakatan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk tambang Grasberg di Papua Tengah. Izin yang sebelumnya akan berakhir pada 2041 ini kini resmi diperpanjang hingga 2061 . Dengan tambahan waktu operasi selama 20 tahun tersebut, Freeport Indonesia akan mengoperasikan tambang bawah tanah terbesar di dunia itu selama hampir satu abad, terhitung sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1976 . Perpanjangan kontrak yang sangat panjang ini memberikan kepastian usaha yang luar biasa bagi Freeport, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk meraih manfaat ekonomi yang berkelanjutan dalam skala besar.
Menteri Rosan Roeslani menjelaskan bahwa investasi fantastis ini tidak hanya akan mengalir begitu saja, tetapi akan direalisasikan secara bertahap selama dua dekade ke depan. Realisasi ini tentu akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama dari sisi peningkatan penerimaan negara . “Kemarin juga sudah ditandatangani kesepakatan MoU antara Freeport dan pemerintah Indonesia, sehingga pihak Freeport bisa meningkatkan investasinya kurang lebih dalam 20 tahun ke depan nilainya itu 20 miliar dolar AS,” ujar Rosan menegaskan komitmen yang telah disepakati kedua belah pihak . Pemerintah berkomitmen untuk segera menindaklanjuti nota kesepahaman ini menjadi perjanjian definitif agar realisasi investasi dapat segera berjalan .
Salah satu poin krusial dalam kesepakatan ini adalah peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia. Melalui MoU ini, ditambahkan kepemilikan Indonesia sebesar 12 persen pada tahun 2041, yang akan dipegang oleh PT Mineral Industri Indonesia atau MIND ID . Menariknya, skema divestasi ini dilakukan tanpa biaya (free of charge), yang tentunya sangat menguntungkan negara . Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, di mana sumber daya alam harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat . Dengan tambahan ini, porsi kepemilikan asing Freeport-McMoRan di PTFI akan berkurang secara signifikan setelah tahun 2041 .
Dari sisi penerimaan negara, angka yang dijanjikan sangatlah monumental. PT Freeport Indonesia memproyeksikan akan menyetorkan penerimaan negara sekitar 6 miliar dolar AS atau setara Rp 90 triliun per tahun . Angka ini dihitung berdasarkan asumsi harga komoditas saat ini dan akan menjadi suntikan dana segar yang luar biasa bagi kas negara. Proyeksi ini bahkan lebih rendah dibandingkan perkiraan pendapatan tahunan yang disebutkan dalam lembar fakta Gedung Putih, yang mencapai 10 miliar dolar AS per tahun . Apa pun angkanya, kontribusi ini akan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Kontribusi tahunan sebesar Rp 90 triliun tersebut memiliki rincian yang berdampak luas, terutama bagi daerah. Dari jumlah itu, sekitar Rp 14 triliun dialokasikan untuk pemerintah daerah, yang akan langsung mendorong pembangunan dan kesejahteraan di Provinsi Papua Tengah dan sekitarnya . Selain itu, Freeport juga berkomitmen untuk melanjutkan program pengembangan masyarakat dengan nilai kurang lebih Rp 2 triliun per tahun . Program-program ini mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi lokal yang telah berjalan selama ini dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar tambang.

Baca Juga : Aksi Guru Madrasah Tegaskan Harapan PPPK
Freeport Tambah Investasi Keberlanjutan operasi tambang hingga 2061 juga berarti keberlanjutan lapangan kerja bagi sekitar 30.000 tenaga kerja yang sebagian besar adalah putra-putri daerah . Ini adalah salah satu aspek sosial terpenting dari kesepakatan ini. Roda ekonomi di Papua tidak hanya bergantung pada aktivitas penambangan itu sendiri, tetapi juga pada efek berganda (multiplier effect) dari keberadaan ribuan karyawan dan keluarga mereka. Bisnis lokal, jasa, dan perdagangan akan terus bergairah seiring dengan kepastian operasi perusahaan selama puluhan tahun ke depan.
Dari perspektif global, kesepakatan ini memiliki dimensi yang sangat strategis, terutama bagi Amerika Serikat. Gedung Putih secara terang-terangan menyatakan bahwa kesepakatan dengan Freeport ini akan memperkuat rantai pasok mineral kritis Amerika Serikat . Di tengah persaingan global untuk mengamankan sumber daya mineral seperti tembaga dan emas, Indonesia memegang peranan vital sebagai salah satu produsen utama dunia. Grasberg yang merupakan tambang tembaga terbesar kedua di dunia, menjadi aset yang tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi industri dan keamanan energi global .
Kesepakatan ini juga merupakan bagian integral dari penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Amerika Serikat dalam kerangka “New Golden Age for the US-Indonesia Alliance” . Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Washington dan pertemuannya dengan Presiden Donald Trump menjadi katalis utama tercapainya kesepakatan bersejarah ini . Dalam pidatonya di hadapan Kamar Dagang AS, Presiden Prabowo secara eksplisit mengundang perusahaan-perusahaan Amerika untuk menjadi mitra strategis Indonesia, menawarkan stabilitas politik dan kepastian hukum sebagai jaminan . Freeport menjadi contoh nyata dari kemitraan strategis yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi AS ke Indonesia.
Freeport Tambah Investasi Lebih jauh lagi, komitmen investasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat hilirisasi industri nasional. Pemerintah menekankan pentingnya peningkatan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri agar nilai tambah komoditas tambang dapat dinikmati secara maksimal . Dengan rampungnya pembangunan smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, pada tahun 2025, konsentrat tembaga kini dapat diolah di dalam negeri menjadi katoda tembaga yang bernilai jual jauh lebih tinggi . Langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk membangun industri berbasis sumber daya alam yang berdaya saing tinggi dan tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa MoU ini merupakan bagian dari kesepakatan yang lebih luas untuk memperdalam kerja sama di sektor mineral kritis (critical minerals) . Selain perpanjangan kontrak Freeport, dalam paket kesepakatan yang sama, Indonesia juga berkomitmen untuk melakukan pembelian komoditas energi AS, pengadaan pesawat Boeing, serta pembelian produk pertanian AS . Ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi kedua negara bersifat timbal balik dan komprehensif, tidak hanya berfokus pada satu sektor.
Kesepakatan ini menjadi sinyal positif yang sangat kuat bagi iklim investasi nasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, komitmen investasi jangka panjang dari perusahaan sekelas Freeport-McMoRan membuktikan bahwa Indonesia adalah tujuan investasi yang menarik dan dapat dipercaya . Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terus berupaya menjadi tuan rumah yang baik bagi investor melalui perbaikan tata kelola, kepastian hukum, dan iklim usaha yang kondusif . Keberhasilan negosiasi ini diharapkan dapat mendorong investor-investor global lainnya untuk ikut menanamkan modalnya di Indonesia.
Freeport Tambah Investasi Para pemangku kepentingan menyambut baik kesepakatan ini. Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas ditandatanganinya MoU tersebut . Ia menegaskan bahwa kesepahaman ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasi dan investasi jangka panjang perusahaan melalui optimalisasi sumber daya dan eksplorasi detail untuk meningkatkan cadangan . Dengan kepastian ini, Freeport dapat merencanakan investasi jangka panjang, termasuk pengembangan lanjutan tambang bawah tanah yang membutuhkan teknologi dan modal sangat besar.
Dengan ditandatanganinya MoU ini, Indonesia memasuki fase baru dalam pengelolaan tambang strategisnya. Pemerintah akan terus mengawal implementasi kesepakatan agar seluruh komitmen berjalan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia . Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, standar lingkungan, dan tanggung jawab sosial perusahaan. Babak baru izin tambang Freeport ini diharapkan menjadi fondasi kuat tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok mineral dunia