Selasa, 18 Agustus 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Wawasan Baru AlbuWawasan Baru Albu
Wawasan Baru Albu - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Berita › Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin Diprediksi Capa...
Berita

Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin Diprediksi Capai 34.344 Penumpang

Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan jumlah penumpang. Sebagai gerbang utama Indonesia bagian

Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin Diprediksi Capai 34.344 Penumpang

Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan jumlah penumpang. Sebagai gerbang utama Indonesia bagian timur, bandara ini menjadi barometer mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia . Pihak pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia, telah merilis prediksi bahwa puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, dengan perkiraan jumlah penumpang mencapai 34.344 orang dalam satu hari. Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk pulang kampung dan merayakan Lebaran bersama keluarga setelah sekian lama .

Kenaikan jumlah penumpang ini dipicu oleh sejumlah faktor strategis. General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah terkait pemotongan harga tiket pesawat sebesar 18 hingga 20 persen menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan bagi aparatur sipil negara juga turut mendorong fleksibilitas waktu mudik, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal atau lebih lama tanpa terikat libur cuti bersama yang kaku .

Dibandingkan dengan periode Lebaran tahun 2025, Bandara Sultan Hasanuddin menargetkan peningkatan jumlah penumpang hingga 5,6 persen. Jika pada tahun sebelumnya total penumpang tercatat sekitar 527.610 orang, maka tahun ini diproyeksikan melonjak menjadi sekitar 557.229 penumpang selama periode angkutan Lebaran. Data ini memperkuat optimisme bahwa sektor transportasi udara sedang bergerak menuju pemulihan penuh pasca-pandemi, dengan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara yang semakin tinggi .

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang signifikan ini, manajemen bandara bersama seluruh pemangku kepentingan telah mengambil langkah antisipatif sejak dini. Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 resmi dibuka pada 13 Maret 2026 dan akan beroperasi hingga 30 Maret 2026. Posko ini menjadi pusat komando untuk memantau secara real-time pergerakan penumpang, mengoordinasikan pelayanan, serta merespons cepat setiap insiden yang mungkin terjadi di area bandara .

Dalam operasi mudik tahun ini, Bandara Sultan Hasanuddin mengerahkan tidak kurang dari 1.300 personel gabungan. Mereka terdiri dari unsur internal Angkasa Pura, TNI, Polri, BMKG, Basarnas, petugas kesehatan, serta jasa raharja. Kehadiran personel gabungan ini tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari terminal kedatangan, keberangkatan, hingga area parkir, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di dalam dan sekitar bandara .

Salah satu aspek krusial yang menjadi perhatian serius adalah kondisi cuaca. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto, memprediksi bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang masih akan terjadi selama masa arus mudik, khususnya pada Dasarian II dan III Maret 2026. Meskipun intensitasnya berkurang dibandingkan awal tahun, potensi hujan lebat durasi pendek disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari tetap harus diwaspadai karena dapat mengganggu jadwal penerbangan jika jarak pandang berkurang drastis .

Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin Diprediksi Capai 34.344 Penumpang

Baca Juga : Junaedi Saibih: Suap Hanya dari Ary Bakri ke Eks Ketua PN Jaksel via Panitera

Selain faktor cuaca, manajemen lalu lintas di sekitar bandara juga menjadi fokus utama. Kementerian Perhubungan menginstruksikan agar dilakukan antisipasi kepadatan kendaraan yang keluar-masuk bandara. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dilakukan untuk memastikan kesiapan jalan tol dan arteri menuju bandara. Langkah ini penting mengingat Bandara Sultan Hasanuddin merupakan salah satu simpul transportasi tersibuk di kawasan timur yang akan dipadati kendaraan pribadi dan taksi online .

Selama periode Lebaran, rute penerbangan menuju Jakarta (Soekarno-Hatta) diprediksi masih akan menjadi primadona utama. Selain itu, rute menuju Surabaya (Juanda) dan Kendari (Haluoleo) juga masuk dalam daftar destinasi favorit para pemudik. Untuk mengakomodasi lonjakan permintaan, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan (extra flight). Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan kursi tetap mencukupi dan mencegah penumpukan calon penumpang di terminal .

Pengalaman menangani lonjakan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menjadi modal berharga bagi manajemen bandara. Saat itu, Bandara Sultan Hasanuddin berhasil melayani 603.091 penumpang dengan puncak arus balik mencapai 30.000 orang per hari. Keberhasilan dalam mengelola arus penumpang, pergerakan pesawat, dan keamanan selama Nataru menjadi benchmark bahwa lonjakan serupa di Lebaran tahun ini dapat dihadapi dengan lebih matang dan profesional .

Menilik pengalaman masa-masa sibuk sebelumnya, pihak bandara mengimbau para calon penumpang untuk datang lebih awal, setidaknya tiga jam sebelum jam keberangkatan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi antrean panjang di check-in counter, pemeriksaan keamanan, dan imigrasi. Dengan datang lebih awal, pemudik dapat menghindari stres dan terburu-buru sehingga perjalanan mudik dapat dimulai dengan lebih nyaman dan tenang .

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi sebelumnya telah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi arus mudik di Sulawesi Selatan. Dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Sulsel, ditekankan bahwa Sulsel adalah provinsi strategis dengan peran sebagai hub regional. Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur pendukung di bandara, seperti ketersediaan angkutan umum lanjutan atau feeder, harus dipastikan agar pemudik yang tiba di Makassar dapat segera terdistribusi ke tujuan akhir mereka .

Meskipun fokus utama adalah transportasi udara, Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin juga mengingatkan pentingnya dukungan fasilitas di darat. Sebanyak 307 masjid di Sulsel telah diidentifikasi berpotensi menjadi tempat istirahat sementara bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan darat. Fasilitas seperti area parkir, air bersih, dan sanitasi yang memadai di masjid-masjid ini akan dioptimalkan untuk mendukung kenyamanan pemudik yang akan menuju atau meninggalkan bandara melalui jalur darat .

Setelah puncak arus mudik pada 18 Maret 2026, manajemen bandara juga telah memproyeksikan puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada H+6 Lebaran atau tepatnya 28 Maret 2026. Jumlah penumpang pada puncak arus balik diprediksi akan lebih tinggi lagi, mencapai sekitar 39.225 orang. Hal ini menunjukkan bahwa gelombang masyarakat yang kembali dari kampung halaman ke perantauan akan lebih terkonsentrasi, sehingga persiapan personel dan fasilitas di terminal kedatangan juga harus dimaksimalkan .

Lonjakan jumlah penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Aktivitas di bandara yang meningkat tajam akan berdampak positif pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar bandara, seperti restoran, toko oleh-oleh, dan penyedia jasa transportasi. Periode mudik Lebaran selalu menjadi momen berkah bagi para pelaku usaha karena terjadi peningkatan transaksi yang signifikan .

Pada akhirnya, seluruh elemen yang terlibat di Puncak Mudik di Bandara Hasanuddin berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima selama masa angkutan Lebaran 2026. Dengan motto keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang berkesan. Pihak bandara berharap prediksi jumlah penumpang yang mencapai puluhan ribu ini dapat terlayani dengan baik, sehingga mudik tahun ini menjadi momentum kebahagiaan tanpa kendala berarti bagi seluruh pengguna jasa

Tags: Bandara Hasanuddin Kabupaten Maros Puncak Mudik

Baca Juga: petrulez.com